Pada kesempatan indah ini , saya ingin berbagi cerita tentang mama saya yang memberi kasih sayang seumur hidup saya. Pada saat itu saya berumur 5 tahun. Pada saat itu saya mengidap penyakit yang disebut asma. Sering kali gejala asma saya kambuh , tetapi momen paling berharga adalah saat penyakit itu datang , sesosok orang juga selalu datang pada saya untuk merawat dan menyediakan pengobatan dengan kasih dan kesabaran. Orang itu saya sebut dengan panggilan mama , entah kenapa pada setiap saat mama menyediakan mesin pengobatan , saya merasakan lelahnya mama yang terbangun ditengah malam. Saya tahu mama beraktivitas seharian , membersihkan rumah , menyediakan makanan , dan lainnya. Sekitar 5 tahun terus terjadi hal yang sama seperti itu. Tetapi tidak satu kalipun saya mendapati mama tidak hadir untuk saya. Dia selalu ada untuk saya. Saya mengingat pada masa masa itu mama rutin membelikan obat setiap minggunya, Karena obat obatannya habis. Dengan harga yang sangat mahal tak ada saya mendapati mama ragu ataupun sungkan untuk membelikan obat. Mama kesana kemari , bertanya kepada semua orang bagaimana cara menyembuhkan penyakit saya. Penyakit ini ditetapkan adalah penyakit tetap dan selamanya menetap pada seseorang yang mengidapnya. Akhirnya , kedua orang tua saya membawa saya ke tempat pengobatan istimewa. Suatu hal yang saya tau adalah mereka telah mengeluarkan banyak sekali uang untuk hal itu. Saya sembuh... , penyakit itu tak pernah kunjung datang. Lalu selanjutnya saya ingin bercerita tentang mama saya yang merawat saya dengan sabar dan kasih saat saya sakit tipes , saat itu umur saya 12 tahun , saya merasakan tidak enak badan dipagi hari. Mama disana untuk merawat dan memberikan saya makan , awalnya saya pikir ini hanyalah penyakit demam tetapi waktu ke waktu saya merasakan tubuh saya bertambah tidak enak dan sakit pala dalam gejala panjang. Setiap waktu mama selalu ada disebelah saya untuk menyuapi saya makanan dan memberikan saya obat. Ketika di cek ke puskesmas terdekat ternyata saya diklaim sakit tipes dan dokter memberikan saya obat obatan yang banyak. Mama terlihat sedih dan selalu ada disana menemani saya istirahat. Walaupun banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan tetapi setiap jamnya saya selalu sadar bahwa mama memperhatikan saya. Sekitar seminggu saya tidak masuk sekolah , sekitar seminggu juga seorang ibu yang luar biasa ada disamping saya dengan kondisi saya yang buruk dan akhirnya membaik oleh karena mama yang selalu ada dan sabar merawat saya seminggu penuh.
Hati seorang ibu itu sempurna. Berapa kalipun kau menyakitinya , akan selalu hadir kata maaf untukmu. Karena kebahagiaan seorang ibu adalah melihat buah hatinya berbahagia. Terima kasih mama.

